Ini Penyebab 4 KTH Masih Duduki Lahan Sawit Milik Koperasi “Fajar Pagi”

Redaksi
banner 468x60

Loading

Jambi (detektornews.com) ~ Kemelut atas penguasaan lahan sawit oleh sekelompok masa  yang menamakan dirinya sebagai 4 Kelompok Tani Hutan (4 KTH) milik Koperasi Fajar Pagi hingga saat ini belum usai, padahal kedua belah pihak (4 KTH dan Koperasi Fajar Pagi) telah diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Jambi di Rumah Dinas Provinsi Jambi pada Senin 09/10/23 untuk dimediasi namun ke empat Ketua KTH ini Solihin Ali, Solihin (Muk), Agus Waluyo dan Gunawan tidak menghadirinya.

Dari keterangan yang berhasil didapatkan dari Penasehat Hukum Koperasi Fajar Pagi bahwa keempat orang ketua yang menamakan diri Kelompok Tani Hutan telah menjadi terlapor di Direskrimum Subdit III Jatanras Polda Jambi, Ucapnya.

Ketika ditanya mengenai status dari keempat terlapor dari keempat ketua KTH tersebut, Mike mengatakan kami belum menerima SP2HP terbaru dari penyidik Subdit III Jatanras Polda Jambi, tetapi mengetahui bahwa teman-teman penyidik sudah ada yang sampai kelokasi, kalau yang sudah diketahui itu sudah menjadi tersangka dan untuk penetapan sebagai tersangka pihaknya belum menerima SP2HP, Tuturnya.

Dari Tim media saat melakukan Investigasi pada hari Sabtu 07/10/23 kelokasi kebun koperasi Fajar Pagi yang berlokasi di Desa Betung, Kecamatan Kumpeh ilir, Kabupaten Muaro Jambi, masih terlihat barak-barak yang didirikan oleh 4 KTH itu masih seperti biasa tidak ada yang dibongkar, serta masih ada sikitar 70 orang yang masih bertahan di lokasi yang lebih kurang 3 bulan dikuasai dan melakukan pemanenan.

Kendati dari kesepakatan Rapat dirumah dinas Gubernur beberapa waktu yang lalu PW STN dan Penasehat Hukumnya sebagai pendamping dari 4 KTH sudah menerima permintaan dari hasil rapat bersama untuk meninggalkan lokasi kebun koperasi Fajar Pagi, tetapi masih belum sepenuhnya anggota KTH yang mau meninggalkan lokasi.

Informasi yang berhasil didapatkan dari anggota KTH yang masih bertahan tersebut mengatakan kita masih menunggu kabar dari ketua kita yang berangkat ke Jakarta untuk mencari keadilan, karena di Jambi kita sudah tidak bisa mendapatkan keadilan, katanya.